Daftar Blog Saya

Rabu, 16 Maret 2011

*** PUISI PENGANTAR LELAH ***

Ku berbaring helakan nafas panjangku....
Melihat semua tentangku...
Yang berkelut dengan kehidupan di belakangku
Maafkan aku yang tiada henti berdosa....

Tuhanku penggenggam hati
Ku mencintai Mu lebih...dan lebih...
Aku yang mencintai Rasul-Mu dan Pengikut-MU
dan jadikanlah hamba yang ku cintai sebagai penuntun hati..

Kututup mataku dari seisi dunia
Dan ku selimuti hatiku dari dosa yang menyakiti
Ku serahkan hidupku pada-Mu ya Allah....

Puisi terindah dari hati
Sayap-sayap cinta Al-Qur'an bergema di hati
Semogaku berhenti ketika ku semakin jauh dari-Mu
Dan berlalu seperti tak melihat cacatku

Kututup mataku dari seisi dunia
Dan ku selimuti hatiku dari dosa yang menyakiti
Ku serahkan hidupku pada-Mu ya Allah....

Air mataku tiada henti mengguyur hati..
Ku diam dan berhenti, isakku tiada henti menyebut nama-MU
Ini bukan kisahku....
Ini hanya peranku di dunia....

Ibu dan wajah-wajah yang membayangiku..
Langitku bercerita tentang dunia
Tulisanku melepas lara...
Dan cintaku bersamaku hingga surga.

Ku berdoa tiada henti..
Hingga air mata mengguyur hati
Semoga nanti bertemu denganmu ya Allah
Dan semua orang yang ku sayang dan ku cinta.
Amin....

oleh Ilham Pujangga

**** LENA DI NEGERI KU ***

Indonesia baru saja terbangun
Terbangun dari mimpi-mimpi tentang negeri impian
Negeri impian yang dibangun dengan tanah kepalsuan
Negeri impian yang dibangun oleh janji manis

Indonesia baru saja terbangun dan melihat
Melihat dinding kekosongan diantara anak-anaknya
Dinding antara si kaya dan si miskin
Dinding yang dibangun dengan batu janji yang
terlupa, semen kekecewaan dan berpondasi
senyum sapa ketamakan

Indonesia baru saja terbangun dan melihat
Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin
Fasilitas mewah dibangun
Citra Kharismatik semu ditingkatkan
Berseteru memperebutkan jabatan
Pemuas Ketamakan

Indonesia terbangun dan melihat
Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin
Yang diatas sibuk berseteru
Tak mendengar jerit kekeringan rakyat
Tak melihat kegelapan melanda negeri

Mereka bicara tentang rakyat, tentang negara
Tapi tak melihat krisis moral bangsa
Indonesia terbangun dan bertanya
Ada apa Negeriku?

oleh Ilham Pujangga

Sabtu, 12 Maret 2011

# Goresan Kisah Ku (Bag.II) #

Sms hari itu berlanjut hingga malam seperti hari pertama. Kujalani hari-hari dengan iringan smsnya yg selalu membuat ku semakin bersemangat menunggu hari-hariku selanjutnya. Ku bisa yakin bahwa sms itu bukan hanya sekedar sms biasa baginya. Hari demi hari kujalani dengan hati yg berbunga, terkadang ada rasa khawatir,mengapa dia terlambat mengirimkan smsnya, apakah dia telah bosan membalas sms dariku, dan sebagainya.

      Hari berganti minggu. Dua minggu setelah sms pertama darinya, kami bertemu di kampus tempatku kuliah yg merupakan kampus tempat dia menyelesaikan S1 nya dulu. Dia menyempatkan diri datang untuk menjemputku. Ada perasaan senang, takut, grogi,, ahh  pokoknya bercampur aduk saat itu. Ada perasaan bingung ,bagaimana cara mengisi pertemuan itu. Namun ia adalah orang yg mampu mencairkan suasana. Akhirnya kami habiskan hari itu dengan perbincangan yg tak terarah namun tetap berkesan. Sejak awal bertemu hingga akhirnya kami berpisah hari itu, jantungku tak lelah berdebar kencang. Bahkan semakin lama semakin hebat debarannya. Hatikupun semakin terisi oleh namanya. Telingaku berusaha mengenali melodi suaranya. Hidungku mulai hafal bau harum tubuhnya. Dan tubuhku yg semula gemetaran semakin lama semakin merasakan kenyamanan karena sikapnya yg begitu hormat dan seakan menjaga diriku. Pembawaan sikapnya itu membuatku menempatkan dirinya menjadi kandidat pertama yg ku inginkan menjadi Abi dari putra dan putriku yg sholeh.


 Minggu berganti bulan. Selama itu kami selalu berkirim sms. Rasanya tak bosan membaca setiap tulisannya. Rasanya jariku tak pernah lelah membalas setiap pesannya. Hati dan pikiranku tak lelah menanti setiap perhatiannya.

      Pada bulan ke tiga terjalinnya hubungan tanpa status ini, aku mulai merasakan ketidaknyamanan. Aku merasakan bahwa hubungan seperti ini tak ada ujungnya. Aku mulai membatasi keinginanku membalas pesan2nya. Meskipun rasanya berat menahan keinginan itu, tapi aku harus melakukannya. Agar terlihat sebuah kepastian dari dirinya terhadap hubungan ini. Asakupun terbalas, rupanya ia menyadari perubahan itu. Suatu hari Abi menanyakan apakah aku sudah siap menjalin hubungan yg halal dengan seseorang. Kujawab pertanyaannya dengan penuh keyakinan,

"Abi...sebuah pernikahan itu bukan masalah siap atau tidak siap,tapi masalah berani atau tidak berani." ku berusaha jelaskan pendapatku padanya
 " Kalo gitu.. lena udah berani atau belom?" tanyanya lagi berusaha memastikan
 "Kalo pertanyaan yg sama aq ajukan ke abi,,abi jwb apa?" tanyaku balik seraya memperhatikan ekspresi wajahnya"
 " Ditanya ko' malah balik nanya ya,,tapi mank aq yg akan jadi imam sich,,jadi aq yg harus mulai kan,," ungkapnya seakan sadar akan maksud ucapanku.
 "abi dah berani ummi...makanya abi nanya sama ummi,, :p " lanjutnya lagi.Sejenak ku terbuai oleh panggilan itu, panggilan yg begitu indah terdengar di telingaku.
 "aq dah berani seandainya ada yg bersedia menjadi imamku,, heee" jawabku berusaha meyakinkannya namun tanpa mengesankan bahwa dia orang yg aku maksud,,meskipun sebenarnya tetap terdengar begitu.
 "Alhamdulillah,,,klo gitu siap2 aja ya na,, hehee" balasnya lagi yg kali ini membuat aku penasaran akan kata-kata nya itu

      Setelah sms hari itu, jantungku kembali berdebar. Benarkah dia akan melamarku, kapan , gimana,,pertanyaan itu terus membayangi hari-hariku. Dua minggu setelah obrolan itu, Abi meneleponku dan berkata bahwa ia dan keluarganya akan ke rumah. Mereka berencana akan memintaku kepada orang tuaku. Seketika itu aku segera melakukan sujud syukur atas anugrah yg di limpahkan padaku. Kemudian aku melompat kegirangan di kamar yg tak ada orang selain aku.

      Tiga hari setelah telepon itu, Abi dan keluarga tiba di rumahku. Aku di khitbah oleh Abi hari itu. Tak terasa air mataku menetes,,ungkapan rasa syukur karena laki2 pertama yg menorehkan kisahnya bersamaku akan benar2 menjadi imamku. Kulirik Abi yg berada di dekat ayahnya, ku dapati ada air jernih yg menetes dari pelupuk matanya. Aku semakin bersyukur atas ketulusan yg ia persembahkan hari itu.

 Hari ini tepat hariku menjadi permaisuri baginya. Dan Abi menjadi raja dalam kerajaan yg akan segera kami bangun menjadi kerajaan yg makmur dan penuh berkah dari Nya. Hari ini....hari dimana kutorehkan tinta bersama air mata kebahagiaan dalam menulis kisah indahku.

geudeul-i naleul jiltu nage ....
gwangyeissneun sin-eulo sijaghaessda.
 


# Goresan Kisah Ku #

Hari ini menjadi hari bersejarah bagiku.Rasa bahagia begitu membuncah hingga hatiku rasanya akan melompat keluar.Bagaimana tidak,semua kesabaran yg kupunya akhirnya berbuah manis.Hari ini, kuteringat semua kisah yg telah ku alami.Dan selagi nyawaku ini masih di kandung badan, selama ingatanku masih belum di rebut oleh usia senja.Maka ku putuskan tuk menulis kisah ini. Agar kelak dapat di jadikan pelajaran oleh anak cucuku , atau setidaknya akan ada sebuah kisah yg akan aku ceritakan sebagai pengantar tidur cucuku.

      Kisah ini berawal dari masa SMA ku yg tidak seindah kisah yg di alami teman-temanku. Aku adalah gadis pemalu, bahkan bisa di bilang super pemalu. Aku hanya punya beberapa teman dekat wanita, selebihnya adalah teman yg sekedar kenal saja. Apalagi teman laki-laki,, oh.. berada di dekat mahkluk itupun rasanya aneh bagiku.Namun aku adalah wanita biasa, yg ingin merasakan indahnya sebuah kisah cinta. Ingin merasakan apa yg di rasakan temanku ketika ia bercerita betapa berbunga hatinya bila sang kekasih memberi sebuah hadiah, atau bahkan hanya sekedar menanyakan kabarnya. Ingin pula merasakan seperti apa rasanya sakit hati ketika orang yg kita cinta mengingkari janjinya. dan ingin merasakan seperti apa cemburu ketika sang kekasih berada di dekat wanita lain.


     Pada masa itu, pernah aku menyukai seorang siswa laki-laki , ia bernama Dayandra. Laki-laki yg saat itu aku anggap punya kharisma tersendiri di banding siswa laki2 yg lain di sekolah itu.terkadang aku mendekati teman-temanku yg sedang berkumpul dan berharap mereka sedang membicarakan Dayandra , jadi aku bisa mendapat info tentang laki2 yg ku suka itu. Namun tak pernah ku daptkan info itu. Suatu ketika, saat aku duduk di bangku kelas 3 SMU, aku memiliki seorang teman yg juga merupakan teman dari  Dayandra , siswa itu bernama Abi. Abi tidak tau kalau aku menyukai temannya itu, jadi aku bisa dengan leluasa mencari tau tentang Dayandra padanya. Hampir setiap kali kami berbincang - bincang, yg kami bicarakan adalah Dayandra. Entah akhirnya dia sadar atau tidak bahwa aku menyukai temannya itu , tapi ia tidak pernah menanyakan hal itu padaku.

     Namun, hingga akhir kisahku di SMU, aku tetaplah gadis yg pemalu. Tetap saja tidak  pernah berani mengungkapkan perasaanku pada laki2 yg ku suka. Bahkan saat aku tau bahwa Dayandra juga menyimpan perasaan yg sama denganku, aku malah takut untuk bertemu dengannya. Jangankan bertemu, berpapasanpun sudah membuat aku grogi setengah hidup.. eh  mati maksudnya,, :p . Ku usaikan kisah SMU ku dengan perasaan terpendam. Tak ku alami kisah cinta yg indah pada masa itu.

     Selepas SMU ku , aku masih terus berharap ada sebuah kisah cinta yg tercipta dalam perjalananku. Ku masih tetap iri melihat binar-binar indah yg terpancar dari mata teman-temanku saat menceritakan kisah mereka. Ku bahkan bertanya padaNya , mengapa aku di beri kehidupan yg hanya hitam dan putih warnanya. Hingga sering kali ku merasa bosan dengan hidupku,, tapi setelah itu aku kembali berpikir "mungkin ini yg terbaik dan akan berbuah manis ". Maka kujalani hidupku dengan sabar, meski air mata sering mengalir tanpa ada yg tau selain Dia.

    

 Lima tahun berlalu sejak kisahku di SMU berakhir. Tetap saja aku belum menemukan kisahku itu, hingga akhirnya aku berkutat di dunia maya pada keseharianku.Ku harap jejaring sosial akan menjadi teman dalam menghilangkan kebosananku. Namun tetap saja tak ada yg menarik di sana. Sampai akhirnya aku bertemu lagi dengan teman SMUku di jejaring sosial itu.Dia adalah Abi. Orang yg selalu kunantikan ceritanya tentang Dayandra. Namun rasaku terhadap Dayandra tak sebesar dulu lagi. Awalnya kami hanya berbincang di jejaring sosial itu saja. Namun suatu hari Abi meminta nomor Hp ku. Atas pertimbangan dan pendapat dari sahabatku, maka ku berikan juga nomor Hpku padanya. Mulai saat itulah aku memiliki sebuah kisah yg mampu membuat aku merasakan hati yg berbunga-bunga. Merasakan rindu yg membuncah, dan merasakan sebuah perhatian yg sangat kuharapkan selama ini. Hingga akhirnya ku simpan sms itu serapih dan sebaik mungkin. Dan ku selipkan dalam tulisan ini....sms yg juga kusimpan di hatiku.....
 Hari itu hari Selasa..saat sms pertamanya ku terima di Hpku,,
 " Hallo Lena.." begitu bunyi sms pertama darinya
 " Maap ni syapa y.." tanyaku karena memang aku tidak tau pemilik nomor itu
 " Ni aq Abi.. " jwbnya seraya menggambarkan ekspresi wajahnya
 " Owh,,Abi.. pa kbr bi..?" Tanyaku berbasa - basi
 " Ngga.. pengen sms aja.." jawabnya
 " Ouwh..kenapa,,kangen ya,,?? ledek ku
 " Hheee..g terlalu..knp? kamu kali yg kangen yah..???hheee..km lg apa?" Abi mulai beranjak dari basa-basi
 " Kok tau klo aq kangen,jgn2 abii yg lebih kangen tp g mau ngaku ya sm aq..heee. Aq lg dkantor" candaku

      Kemudian sms kami berlanjut hingga malam hari. Kami membicarakan kegiatan sehari-hari hingga hal2 yg menunjukkan bahwa dia berusaha memberi perhatian padaku. Sudah makan atau belum,,sudah pulang kerja atau belum ,menanyakan aku sudah  sholat atau belum,hingga memberikan kata2 untuk menyemangati aku dalam menjalani keseharianku. Begitupun sebaliknya kulakukan terhadapnya. Hingga pada akhirnya ia menanyakan hal yg cukup membuat ku terkejut..
 "  Na aq mo tanya,, inget g tmen SMA yg suka sm kamu dulu..??? "  tulisnya dalam sms itu
 "Siapa..??? mang ad yg suka sm aku,, ky’a g ada deh, klo yg suka sma kamu banyak..hehehe" jawabku
 " Ad tau..setauku smp sekarang dia msh suka, kmu g ngerasa yah..si Dayandra? Kan aq pernah cerita ber2 sm kmu ngomongin dia,,smp semua teman bilang aku lagi pdkt ma qmu.." timpalnya lagi
 "oowwhh Dayandra..mang kenapa?? Ap kabar dia? Kirain Abi yg suka sma aq..heee bcanda.." balasku dengan polos, seakan aku tidak pernah merasakan suka pada laki2 yg di sebutnya tadi
 "hmm..gimana klo iya..?? Hheee" jawabnya yg membuat jantungku melompat kaget
" klo iya gimana..? " tanyaku ingin mencari tau maksudnya
" klo aq yg suka sama qmu.." balasnya sesuai dengan keinginan hatiku
" tapi ngga kan,,? " balasku menutupi rasa grogiku



     Pembicaraan hari itu terus berlanjut hingga malam hari.Itu adalah isi sms pada hari pertama , aku begitu bahagia,, ada perasaan takut juga saat itu. Mungkinkah ini hanya perasaanku saja, sementara dia menganggap itu hanya obrolan biasa saja. Namun ku coba berpikir positif, ku putuskan untuk menunggu sms nya esok hari. Seandainya dia tidak mengirimkan sms, maka sms hari pertama itu hanya sms biasa saja baginya.Tapi, saat matahari masih malas menampakkan sinarnya, saat embun pagi belum beranjak dari dedauanan , suara Hp ku berbunyi, menandakan bahwa ada sms yg masuk saat itu. Seketika itu aku terperanjat dan langsung menyambar Hp ku yg tepat berada di sisi kanan kepalaku. Ku buka pesan itu dan kutemukan sms yg membangkitkan semangat pada pagi itu.
 " Met pagi lena..cpet bangun..sholat sholat yuuk.." Begitu isi sms pertama pada hari kedua
 "Masiiihhh ngannttuuuukk.." jawabku seenaknya
 "ihhh,,gadis ko' bgitu,,Sholat dlu..dah jam 5 kurang tuch.." sms darinya mengingatkanku
 " Siap pak,,abi sndiri dah sholat blum? udah mo brangkat krja yaa.." balasku lagi
 " Udah dung.. iy..abi brangkat dl yah,,assalamualaikum.." pamitnya padaku
 "Wa’alaikumsalam..ati2 ya bi,, SEMANGAT" jawabku seraya memberikan kata2 penyemangat untuknya
 "Iy…makasih yah...sholat subuh dulu..dagh lena.. ;) SEMANGAT" jawabnya seraya membalas semangat yg ku beri padanya
 "Iya pak g tdur lgi,, dah sholat subuh nich,,hee" balasku lagi setelah ku laksanakan kewajibanku pagi itu
 " Nah gitu dung mi..hheee.. :D " balasnya seraya memberi panggilan yg membuat aku terlena sesaat
 " Iya abi hati2,,ummi tunggu dirumah yaa..bawa rezeki yg banyak hari ini y..hahaha...bcanda bi :P " tulisku pada sms itu seakan memastikan bahwa aku tidak terlihat berharap padanya di sms itu
 " Hhee,,iy ummi.." jawabnya lagi

     Sms hari itu berlanjut hingga malam seperti hari pertama. Kujalani hari-hari dengan iringan smsnya yg selalu membuat ku semakin bersemangat menunggu hari-hariku selanjutnya. Ku bisa yakin bahwa sms itu bukan hanya sekedar sms biasa baginya. Hari demi hari kujalani dengan hati yg berbunga, terkadang ada rasa khawatir,mengapa dia terlambat mengirimkan smsnya, apakah dia telah bosan membalas sms dariku, dan sebagainya.

oleh Rin Namora Simamora 



Jumat, 11 Maret 2011

*AIR MATA DI ANTARA LUKA*

Senja berlalu diantara desir angin
Yang berhembus lembut.....
Membelau helai demi helai rambut ku...          



Semilir angin menerpa lembut wajah ku....  
Tertegun diantara lambaian rumput dan ilalang.....
Sekilas ku lihat bayang mu yang samar....

Ingin ku mendekat tapi bayang mu begitu cepat menghilang...
Tinggallah aku sendiri diantara puing-puing hati yang kian menyiksa...
Perlahan air mata jatuh berderai di antara isak tangis yang tertahan...



Pilu dan beku semakin menikam jiwa...
Hampa dan terluka..
Teringat kau yang ku puja meninggalkan ku tanpa kata-kata...
Bahkan tangis dan air mata ku tak kau hiraukan...

Mentari kian tenggelam...
Ku coba tersenyum di antara duka dan air mata..
Tangis ku di akhir senja....

Cilegon - Banten, 11032010
Oleh : Almira  Ajjah

Rabu, 09 Maret 2011

PARA PENIPU TUHAN

Aku datang kepadaMu Tuhan
Sambutlah.. sambutlah..
Karena kali ini aku tidak sendiri

Kami datang kepadaMu Tuhan
Dengan senyum sumringah
aku bangga.. aku bangga

Karena kali ini bisa ku hindari
telinga-telinga peka mereka
Untuk tidak mendengar muslihat

Kami datang kepadaMu Tuhan
Membawa seberkas rencana
tipu-tipu dunia.. tipu-tipu syorga

Meskipun Engau pasti tau
Di hadapanMu aku menangis
Di belakangMu aku meringis

Meskipun Engkau pasti tau
Di hadapanMu kami menyesal
Di belakangMu kami terpingkal

Kami datang kepadaMU Tuhan
Dengan bangga aku tipu dunia
Dengan bangga kami tipu Engkau

Kami datang kepadaMu Tuhan
Maafkanlah.. Maafkanlah
Karena sesalku adalah tipuku juga

Oleh :  Bem Simpaka

*** UNTUKMU, AKU DAN SAHABAT KU ***

Sabahat....
Hidup cuma sekali dan tak akan terulang lagi
Namun mengapa kanvas suci itu
Harus kau warnai dengan tinta hitam


Sahabat
Mengapa kau harus suramkan jiwamu yang putih oleh sebutir debu
Mengapa kau harus ceburkan dirimu kedalam kubangan yang kotor
Apakah kau tak mengerti jalan itu membunuh mu dalam menantang kehidupan dimasa depan
Dan jalan itu akan membunuhmu dalam rentang waktu dimasa akan datang


Sahabat.....
Hidup cuma sekali
Kenapa harus mengisinya dengan sebuah pembangkangan
Dengan memalingkan wajah dari sinar matahari
Kearah kegelapan malam yang menakutkan


Sahabat......
Jalan yang kau tempuh adalah jalan kesesatan
Miras, narkoba dan semua yang kau sebut kepuasan
Hanyalah sebuah kamuflase yang akan meruntukan tonggak keimanan
Yang dapat menghilangkan pijar lentera dan hadirkan kegelapan


Sahabat....
Hidup cuma sekali
Maka isilah hidup itu dengan hal yang bersifat positif
Wangikan hidupmu dengan hal-hal yang baik
Dan tinggalkan apa yang kau sebut kepuasan itu
Karena itu adalah jalan Syaitan tuk menyesatkanmu

Kisaran - Asahan - Sumatera Utara, 10032011
Pukul 12.57 Wib

oleh Ilham Pujangga 


Selasa, 08 Maret 2011

# Untuk Mu Ayah #

Aku tak mampu mengantar kepergianmu
Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah becerita
Tentang segala amal kebaikanmu

Aku datang kepadamu, ayah
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu
Aku menangis dan berdoa
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu
Kepergianmu seketika mendewasakan aku
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup
Untuk menjadi berguna bagi sesama



Kepergianmu mengajariku
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya

Hingga saat terakhir hayatmu Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu
Hari ini aku menemuimu ayah
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu

Bila datang saatnya nanti
Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu
Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya

oleh Ibnu Piliang 




Kamis, 03 Maret 2011

Meniti Puncak Meraih Asa Slideshow

Meniti Puncak Meraih Asa Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ Meniti Puncak Meraih Asa Slideshow ★ to Puncak by Ilham Pujangga. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Rabu, 02 Maret 2011

*** KU PANGGIL DIRIMU SI TEMBEM Part II ***

Cerita Sebelumny........



Nah waktu yanti sedang sewot tadi aku menikmati kecantikannya, wajahnya yang oval dengan ada sedikit tahi lalat di pipi kirinya yang menurut aku rada tembem, tapi sih manis hmmm kalau ku ibaratkan seperti kue apem deh tembem tapi manis.. hehehehe

Semenjak perkenalan yang singkat itu aku selalu ingin jumpa sama Yanti.
Pada suatu kesempatan, waktu aku baru pulang dari kerja sekira pukul 16.00 Wib ku melihat Yanti sedang asyik menyiram bunga di halaman depan rumah. Langsung saja ku samperi dan dengan pasang gaya paling keren (itu sih menurut aku) ku mulai menyapa Yanti yang lagi asyik menyiram bunga.

"Hmmm... indah bangat ya bunga-bunganya, seindah orang yang menyiramnya" rayuku
"Yee... kamu tu ya, gombalnya sudah klasih amat" ujar Yanti sembari menyiram bunga-bunga
"Ihh.... Yanti coba kamu perhatikan diantara bunga-bunga ini ada satu bunga yang harumnya sampai kehati lho" ucapku dengan masih melancarkan rayuan gombalku
" Udah deh Ndra, gombalan kamu ngga masuk tu sama aku, udah basi bangat" ujarnya.
Aku tak mau kalah dengan jawaban-jawaban dari Yanti, ku terus lancarkan rayuan mautku agar Yanti bisa menjadi milikku, begitu aku mau melancarkan serangan rayuan mautku tiba-tiba pundakku ditepuk dari belakang.
"Ehh ada Nak Indra, lagi ngapain Nak" langsung saja aku menoleh kearah orang yang menepuk pundakku, dan betapa malunya diriku ternyata di belakang ku berdiri tante Rina ibunya Ranti..
"Hmmm ngga ada tante, cuma lihatin bunga-bunga yang lagi di siram oleh bunga juga tante" ucapku sekenanya saja
"Iya, tante dari tadi sudah dengar koq pembicaraan kamu sama Yanti, emang sudah kenal ya?" tanya tante Rina
"Hmmm sudah tante, sekitar 4 jam yang lalu" ujarku
" ooo..kalau gitu nih kenali adik Tante yang baru datang dari pulau jawa, namanya Yanti, dia rencananya mau melanjutkan study di sini, dan tinggal sama tante. O, ya Nak Indra kapan ya ada waktu? tanya Tante Rina
"Hmmm kalau pagi sampai siang ada tante, emang ada apa ya tante?" tanya ku
"Begini lho In, maksudnya tante minta tolong sama kamu, jika kamu ada waktu temani adik tante ini mendaftar di Perguruan Tinggi disini ya! tapi maaf ini ya kalau tante jadi merepotkan nak Indra" ujar tante Rina
"Wahh...boleh-boleh tante, dengan senang hati, emang kapan Yanti mau daftar tante? tanya ku
"Yanti, kapan kamu mau mendaftar?" tanya tante Rina kepada Yanti
"Rencana sih besok mba, tapi ngga usah merepotkan orang lain deh Mba, besokkan Yanti bisa minta tolong temani sama Ranti" ujar Yanti
"Hmmm ngga apa-apa koq Nti, Indra bisa koq menemani kamu besok, o ya jam berapa mau mendaftarnya biar Indra temani?" tanya ku
"Ngga usah deh In, besok kan kamu kerja" ujarnya
"Ngga apa-apa lagi, lagian Indra senang koq bisa ngantar cewek secakep kamu" ucapku
"Yeee...dengar tu mba, rayuannya ngga kuku" ujar Yanti
"Hmmm kalau si Indra sih mba sudah tau tabiatnya, tapi kamu santai aja ya, si Indra ini orangnya baik koq" ujar Tante Rani kepada Yanti yang membuat muka ku bersemu merah
" Yee... lihat tuh Mba GR dia tu" ujar Yanti
"Hahaha.. ya sudah deh lanjuti ceritanya ya In,Tante mau mandi dulu , ntar lagi Om Herman pulang, kalau Tante belum mandi ntar di ledekin lagi sama Om kamu" ujar Tante Rani bercanda sembari masuk kedalam rumah
"Ehh....kamu sudah mandi belum?" tanya Yanti kepadaku
"Ahh..kalau orang keren mah mandi ngga mandi tetap keren" ujarku sekenanya
" Wooouuu... hari gini masih ada juga orang yang ke GR an seperti kamu ya" ujarnya
" Ya kan mending GR dari pada minder, ya ngga?" tanya ku
" Iya kan aja deh dari pada ceritanya makin panjang" Ujar Yanti sembari terus menyiram bunga-bunga
" Ihhh Indra jadi ngiri lho Nti" ujar ku memulai percakapan lagi
" Ngiri kenapa In, emang sama siapa kamu ngiri" tanya Yanti kepadaku
" Aku ngiri sama bunga-bunga itu yang tiap sore kamu siram dengan ketulusan kamu, kapan ya aku bisa disiram dengan ketulusan seperti bunga itu" ujar ku sembari melanjutkan rayuan ku kepada Yanti
" oooo...jadi kamu mau disiram seperti bunga itu ya, oke... sini ku siram" ujar yanti sembari menyemprotkan air yang ada di botol ke wajah ku
" lho...lho.... koq aku disemprot seperti itu sih Nti" ujarku sewot
" tapi katanya kamu mau ku siram seperti bunga itu, ini ku siram kamu malah sewot" ucap Yanti sembari melanjutkan siramannya ke wajahku"
" Yee,.. bukan ini maksud ku Nti"
" Ya udah pergi sana pulang dulu, mandi habis kamu tu bau acem belum mandi" ujar Yanti
" Oke deh si Manis...." ujarku
" What...si Manis, emang kamu kira aku kucing apa" ujar Yanti yang membuat aku tidak tahan menahan tawa
" Hahahaha... iya kamu itu kucing cakep yang sewaktu-waktu siap mencakar" ujarku
" Ihh ini anak ya.. koq sukanya buat orang kesal ya..." ucap Yanti sembari kembali menyemprotkan air dalam botol ke wajahku
"Hahaa.. Oke deh Tembem Indra pulang dulu ya.... Tembemmmm" ujar ku
" Woooiii enak aja kamu menyebut aku tembem...." ujarnya sewot
" Emang kamu itu tembem seperti kue apem....hahahahahha" ujarku sembari berlalu
" Awas kamu ya In, sempat sebut-sebut aku Tembem lagi..." sewot Yanti
" Iya Tembemmmmm....." ujarku sembari berlalu dari Yanti.

Sesampainya di rumah aku senyum-senyum sendiri setelah berhasil bercanda dengan Yanti si Tembem yang membuat hatiku kepincut...

                                                        ****

Hari ini sengaja aku bangun lebih awal karena aku teringat ada janji sama Tante Rani untuk mengantar Yanti si Tembem mendaftar di kampus yang di inginkannya. Dengan bernyanyi-nyanyi kecil ku pergi mandi dan bersih-bersih, setelah mandi aku langsung dandan yang cakep biar dapat menarik perhatian Yanti, Parfum yang selama ini ngga pernah ku sentuh kali ini ku sentuh dan ku semprotkan ke badan ku.
" Hmmm harrrummmmm.... wah moga-moga si Yanti suka dengan penampilan ku sekarang" ujarku dalam hati
Dengan hati yang berbunga-bunga aku keluar dari kamarku dan tak lupa aku melirik sebentar kecermin apakah diriku sudah rapi dan keren.
"kalau sudah seperti ini pasti Yanti bakalan deh senang jalan sama aku" ujar ku dalam hati
Langsung saja ku keluarkan sepeda motorku dan sedikit ku bersihkan biar kelihatan kinclong gitu
Baru saja ku hendak mengengkol sepeda motorku, kembali aku disapa si centil Ranti...
"Woooww... hari ini kamu koq beda ya In..?" tanya Ranti
"Beda kenapa Nti?" tanyaku
" Iya tampilan kamu beda amat, emang mau kondangan kemana?, Rapi dan harum banget?" tanya Ranti kepadaku
" Hehe... hari ini aku mau ngantar Bu Lek mu mendaftar ke kampus keinginannya" ujarku
" Owww... pantasan aja tampilan kamu beda gitu, awas ya jangan macam-macam sama Bu Lek ku" ujar Ranti
" Ngga bakalan koq, Indra ngga bakalan macam-macam, cuma satu macam aja cukup koq" ujarku
" Ehh...jangan kamu rayu ya bu lek ku, ntar aku cemburu, kan ngga enak kalau cemburu sama Bu Lek sendiri" ujarnya
" Hahaha... kamu ini apaan sich, masa sama Bu Lek mu sendiri kamu cemburu, lagian emang salah kalau aku naksir sama Bu Lek kamu?" tanyaku
" Ihhhh kamu ya, dasar Playboy Centil" sewot Ranti
" Ya udah, aku duluan ya, tu lihat Bu Lhe kamu cakep banget" ujarku
" Iya-iya, awas jangan macam-macam ya..." ujar Ranti sekali lagi
" Oke...deh ponakan...hahaha" ujarku sembari berlalu dan menuju Yanti yang sudah siap-siap menunggu jemputan dari ku, begitu ku menghampiri Yanti, aku terkagum dan berdecak dalam hati
"ckckckck, cakep banget nih cewek" bisikku dalam hati
"Woiii....ngapain pandangi aku seperti itu, ada yang salah ya sama aku?" tanya Yanti memecahkan lamunan ku
" I....i..iya..... ka...ka..ka..mu cannn tik sekali pagi ini" ujar ku terbata-bata
" Hahahaha...kumat lagi nih anak, yuks akh berangkat, ntar kita kesiangan" ujar Yanti
"Oke deh Tembem manis, naik dong" ujarku
Wahhh rasanya jantungku hampir copot saat yanti duduk dibelakang ku dan memegang pinggangku
"Wooii ayoo buruan berangkat, malah melamun lagi nih" ujarnya
" oke...oke.... pegang yang kuat ya pinggangku biar tembem manis ngga jatuh" ujarku sekenanya
" Dasar ni ya, sekali lagi sebut aku tembem, ku cubit ni pinggangmu" ujarnya
" Hahaha...main ancem aja nih, oke deh tembemmm sekarang kita berangkat ya..." ujarku sembari menekan gas sepeda motorku perlahan.


To Be Continue di Part III

Kisaran - Asahan - Sumatera Utara.

Selasa, 03032011, pukul 12.39 Wib


oleh Ilham Pujangga