Dengarkan kisahku sobat....
bersama secangkir kopi hangat
yang mungkin telah kau seduh
untuk menemanimu di meja kerja
apalagi jika ditambah dengan sepiring pisang goreng uuuhhhhh......
bertambah nikmat
Sekitar dua belas tahun yang lalu
saat umurku terlepas dari angka tujuh belas
aku mengenalnya
aku terpesona
oleh aroma yang membuat syarafku menggeliat
Keharumannya menuntunku ke arahnya
memaksakan kehendakku yang tak mampu kutahankan
ingin segera mereguknya
membiarkannya menelusuri rongga-rongga kerongkongan
kemudian menelusup ke dalam arteri-arteriku
menyatu dengan darahku
Ahhhh...........
aku mendesah
merasakan nikmat
merasakan hangat
seisi otak serasa lepas
terbebas dari penat yang menjerat
Waktu yang berlalu
membawaku larut dalam buaiannya
yang selalu menghembuskan wangi alami
mematrikan cintaku yang kian menjadi
mengikat rasaku hanya padanya
membuatku nampak layaknya seorang gila
bila sehari tak bercumbu dengannya
Pernah suatu ketika
aku larut dalam kesibukanku
terlupa akan janjiku kepadanya
terlupa akan ciumannya di pagi hari
dan kau tahu apa yang terjadi.....
aku dibuatnya setengah sekarat
nyeri mendera setiap senti isi kepala
terasa berat
membuatku harus menghentikan aktivitas kerja
dan aku tersadar.....
aku telah mengabaikannya
melupakan belaian hangatnya menjalari raga
Ahhh.........
secangkir kopi hangat
ternyata kau demikian kejinya
dalam aromamu yang membuai jiwa
dalam kehangatan yang selalu kau ciptakan
kau membuatku sebagai seorang pecandu
yang tak mampu terlepas dari tiap rayuanmu
Sobat.......
salahkah aku mencintainya
membiarkanku terlena dalam wanginya
membiarkanku terjerat dalam hangat yang memikat
choi wan,5 february 2011
oleh Yohanna Sutrisno pada 05 Februari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar