Sayangku,
Kau tahu...
Semenjak kau terlahir di rahim duniaku
Laba-laba kesunyian yang betah bersarang di sudut-sudut hatiku
Perlahan beranjak, tak menyisakan jejak
Sayangku,
Kau tahu..
Betapa kelahiranmu di semesta jiwaku
Menyapu bersih serbuk-serbuk pilu
Yang menghampar tebal, selimuti birunya kalbu
Sayangku,
Kau tahu...
Alangkah hangatnya relung sanubari
Berselimut bahagia yang tulus kau beri
Di 5 Januari nan cerah berseri
Pudarkan gigil hati yang tiada terperi
Sayangku,
Kau tahu...
Sungguh, aku tersedu haru
Kala kuingat mula kita bertubruk dan berpeluk syair rindu
Di kelunya malam Rabu itu
Hingga bibirku membisu dalam riuhnya sorak di kalbu
Sayangku,
Kau tahu...
Setiap kali benak ini berlabuh pada wajah lembutmu
Tiada sesuatu pun tampak di pelupuk pandang sayuku
Kecuali indahnya binar pada kuntum-kuntum senyummu
Yang selalu bermekar, hiasi dan harumkan barisan siang-malamku
Sayangku,
Kau tahu...
Tak terasa, sudah satu purnama kita hidup berdampingan
Di bawah naungan cinta nan teduh dan menghangatkan
Sayangku,
Kau tahu...
Dalam khusyuknya simpuh-sembahku pada-Nya,
Sebaris do'a kupanjat sepenuh khidmat
Semoga kita senantiasa terhindar,
Dari kencangnya terjang badai prahara,
Yang acap kali coba menghadang,
Mengguncang singgasana asmara,
Yang kita huni berdua
Dan semoga rahmat-Nya tak pernah berhenti mengalir
Hujani bumi cinta kita
Yang kita pijak bersama
Sampai tiba masanya
Kita bersemayam selamanya
Di surga cinta-Nya
Setelah sebelumnya kita puas mencecap dan menyantap lezat dan nikmatnya,
Bermacam hidangan surga-dunia
Yang Dia sajikan tuk kita berdua...
Ciputat, 5 Februari 2011
Created By: Em Je
Kau tahu...
Semenjak kau terlahir di rahim duniaku
Laba-laba kesunyian yang betah bersarang di sudut-sudut hatiku
Perlahan beranjak, tak menyisakan jejak
Sayangku,
Kau tahu..
Betapa kelahiranmu di semesta jiwaku
Menyapu bersih serbuk-serbuk pilu
Yang menghampar tebal, selimuti birunya kalbu
Sayangku,
Kau tahu...
Alangkah hangatnya relung sanubari
Berselimut bahagia yang tulus kau beri
Di 5 Januari nan cerah berseri
Pudarkan gigil hati yang tiada terperi
Sayangku,
Kau tahu...
Sungguh, aku tersedu haru
Kala kuingat mula kita bertubruk dan berpeluk syair rindu
Di kelunya malam Rabu itu
Hingga bibirku membisu dalam riuhnya sorak di kalbu
Sayangku,
Kau tahu...
Setiap kali benak ini berlabuh pada wajah lembutmu
Tiada sesuatu pun tampak di pelupuk pandang sayuku
Kecuali indahnya binar pada kuntum-kuntum senyummu
Yang selalu bermekar, hiasi dan harumkan barisan siang-malamku
Sayangku,
Kau tahu...
Tak terasa, sudah satu purnama kita hidup berdampingan
Di bawah naungan cinta nan teduh dan menghangatkan
Sayangku,
Kau tahu...
Dalam khusyuknya simpuh-sembahku pada-Nya,
Sebaris do'a kupanjat sepenuh khidmat
Semoga kita senantiasa terhindar,
Dari kencangnya terjang badai prahara,
Yang acap kali coba menghadang,
Mengguncang singgasana asmara,
Yang kita huni berdua
Dan semoga rahmat-Nya tak pernah berhenti mengalir
Hujani bumi cinta kita
Yang kita pijak bersama
Sampai tiba masanya
Kita bersemayam selamanya
Di surga cinta-Nya
Setelah sebelumnya kita puas mencecap dan menyantap lezat dan nikmatnya,
Bermacam hidangan surga-dunia
Yang Dia sajikan tuk kita berdua...
Ciputat, 5 Februari 2011
Created By: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar