kulihat kiamat di berakhirnya cinta
cebisan kulit-kulit duka tersayat
betapa nanarnya airmata hampa
menjadi kolam api menghambat jiwa
tika raga dipatuk bisa-bisa duka
yang tinggal hanyalah setaubat penyesalan
yang tak mungkin tercabut
walau malaikat menyambut
dan tika sebulir bayu keberkahan menyinggah
tiadalah nyaman sesejuk sungai keinsafan
dan hati jentiklah setangkai keikhlasan
pasti kan bertaut selautan kasihsayangNYA
zai rania (22.01.11)
cebisan kulit-kulit duka tersayat
betapa nanarnya airmata hampa
menjadi kolam api menghambat jiwa
tika raga dipatuk bisa-bisa duka
yang tinggal hanyalah setaubat penyesalan
yang tak mungkin tercabut
walau malaikat menyambut
dan tika sebulir bayu keberkahan menyinggah
tiadalah nyaman sesejuk sungai keinsafan
dan hati jentiklah setangkai keikhlasan
pasti kan bertaut selautan kasihsayangNYA
zai rania (22.01.11)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar