Akankah cahaya dapat ku genggam..,
Sementara tanganku tak mampu mengepal...?
Jika dia tetap berada jauh di singgasananya
Jika dia tetap berada jauh di singgasananya
Dan aku mulai lelah memandang dari lembah terjal
Akankah cahaya itu meghampiriku dengan sendrinya...?
Dari tenang pun gelisah telah sempat singgah dipenantianku..,
Meski enggan menyadari penuh perih luka di dinding hatiku...
Semua tanpa kau tau..
Aku mulai takut gelap ketika sadar menepis kenangan...
Menghapus mimpi-mimpi yang sempat memanjakan angan...
Dimana tawa pun menjadi sapa'an yang lebih dari sekedar hadirnya bintang
Dari tenang pun gelisah telah sempat singgah dipenantianku..,
Meski enggan menyadari penuh perih luka di dinding hatiku...
Semua tanpa kau tau..
Aku mulai takut gelap ketika sadar menepis kenangan...
Menghapus mimpi-mimpi yang sempat memanjakan angan...
Dimana tawa pun menjadi sapa'an yang lebih dari sekedar hadirnya bintang
Dan memberikan aku ketenangan...
Semua terenggut oleh waktu..
Semua terenggut oleh waktu..
Waktu yang telah berikan kita kesempatan memulai..
Waktu pula yang mengijinkan semua berakhir
Waktu pula yang mengijinkan semua berakhir
Meski urung ku relakan mataku mengintai...
Burukkah...?
Tak benarkah...?
Kisah ini yang sempat aku banggakan
Burukkah...?
Tak benarkah...?
Kisah ini yang sempat aku banggakan
Berikan ketegaran ditiap aku melangkah...
Sekarang...
Ada pun tak ada kau juga tak ada beda...
Hanya saja aku merapuh jika terus berpindah kelain dunia tanpa ada kau...
Karena bukan untuk lebih berarti mengisi hatiku..,
Sekarang...
Ada pun tak ada kau juga tak ada beda...
Hanya saja aku merapuh jika terus berpindah kelain dunia tanpa ada kau...
Karena bukan untuk lebih berarti mengisi hatiku..,
Melainkan bintang telah terjaga dibawah naungan langit
Sejak cahaya terlahir pada nyata duniaku...Oleh : Adhe Zetta Bintang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar