Daftar Blog Saya

Rabu, 22 Desember 2010

IBUKU ADALAH PENGUKIR SEJARAH TERHEBAT

Kupersembahkan untuk perempuan perkasa yang mengajariku akan banyak hal dalam hidup melalui sejarah hidupnya: Ibuku, Nurazizah Samosir,



Ibuku adalah pengukir sejarah terhebat. Sosok perempuan yang telah mengukir sejarah hidupnya yang panjang, yang kini tersusun rapi di laci- laci hatiku sebagai anaknya. Sejarah hidupnya yang panjang itu tak akan habis jika aku uraikan dengan untaian kalimat meski pun menggunakan kata- kata indah bak penyair. Hanya hatiku inilah yang mampu menampung semua tentangnya, perempuan perkasaku yang terus hidup dalam sanubariku.

Ibuku adalah inspirasiku dalam mengukir sejarah hidupku. Kisah hidupnya yang panjang kujadikan inspirasi menjalani kehidupan yang berliku. Kujadikan pelajaran berharga yang tak pernah kudapatkan di luar sana. Bagaimana cara ia menghadapi masalah yang bertubi- tubi, cara ia bersyukur saat mendapat nikmat juga musibah dan lainnya menjadi tauladan bagiku yang aku terapkan dalam hidupku. Oh, Ibuku sungguh inspirasi terhebatku.

Kupersembahkan untuk perempuan perkasa yang mengajariku akan banyak hal dalam hidup melalui sejarah hidupnya: Ibuku, Nurazizah Samosir.

“Jika untuk pendidikan akan ibu usahakan walaupun harus hutang sana- sini. Ibu tak ingin anak ibu sama dengan ibu. Ibu berharap kalian dapat lebih dari ibu dan ayah.” ujarnya,  perempuan perkasaku.

Ibuku adalah anak kedua dari sembilan bersaudara dari pasangan suami istri yang tak mempunyai apa- apa untuk diandalkan. Kakak dari ibuku saja sampai dititipkan ke saudara mereka karena orangtua ibuku tak sanggup membiayai kehidupan anak- anaknya. Saat masih sekolah ibuku seorang perempuan yang bertubuh kurus dan tak sehat seperti adik- adiknya, tapi ibu tidak mau kalah dengan keadaanya. Ibuku yang bertubuh kurus itu menjelma menjadi perempuan kuat karena tekadnya yang hebat ingin membantu orangtuanya. Ibuku dengan Buk Nain (adiknya) berjualan sembako keliling kota Medan dengan becak dayung milik bosnya. Ibu tak peduli dengan sakitnya, yang terpenting adalah ia dapat membantu kedua orangtuanya membiayai keperluan adik- adiknya. Dan syukur Alhamdulillah sampai detik ini ibuku sehat walafiat dan atas izin Allah serta usaha ibu yang luarbiasa ia telah bergelar sarjana pendidikan. Maka, tak salah jika aku menjatuhkan sosok ibu sebagai inspirasiku dalam menjalani hidup ini.

Kupersembahkan untuk perempuan perkasa yang mengajariku akan banyak hal dalam hidup melalui sejarah hidupnya: Ibuku, Nurazizah Samosir.

Ibuku adalah pengukir sejarah terhebat. Hujan lebat, angin kencang dan panas terik telah menjadi sahabatnya. Dulu, saat kakakku masih sekolah, setiap pukul 05.30 pagi ibu lah yang mengantarnya ke halte bus dengan sepeda motor butut milik ayah, karena kebetulan sekolah kakak sangat jauh dari rumah. Tak jarang hujan lebat hadir menyapa ibu, tapi demi keberhasilan anaknya dalam dunia pendidikan ia tak pernah mengeluh. Ibu selalu menjalaninya dengan ikhlas. Sungguh ibu sangat perkasa buat kami, anak- anaknya.

Kini, telah tampak kerut di wajah ibu tapi itu tak mengurangi kecantikannya. Perempuan perkasaku itu masih tampak cantik dengan senyumnya yang tak pernah lepas dan karena aura kasih sayang yang ikhlas buat kami, anak- anaknya. Sampai detik ini walaupun kami telah dewasa ibu masih sangat peduli dengan kehidupan kami, tidak sedikit pun berkurang cinta, kasih dan sayangnya padaku, tepatnya kami, buah hatinya.

Ada ingin ibu yang belum terwujud yaitu melihat anak perempuannya menikah, karena dari empat anak perempuannya belum ada yang sampai ke jenjang pernikahan. Aku yakin ibu sabar menungguku untuk itu karena ibu adalah sosok perempuan penyabar dan murah hati.

SELAMAT HARI IBU BUAT PEREMPUAN PERKASAKU: IBUKU, NURAZIZAH SAMOSIR 

Karya : Fauziah Harsyah Sis




Tidak ada komentar:

Posting Komentar