Menjadi jalan setapak
Aku menuju hatimu dengan setangkai sajak
Yang kupetik dari perjalanan berliku
Bukankah selalu kutanam perdu penawar rindu.
Embun-embun menyukai telanjang tapak kakimu
Ketika kau melintas jalan setapak rerumputan menjaga jejakmu
Tetap basahseperti butir air mata yang enggan jatuh dari bulumatamu
Bagaimana pun aku memunguti jejak itu
Menyimpannya dalam sebuah sajak
Lalu kuikuti ke mana kata pergi mengembara.
Bukankah hatimu kampung halaman dari seluruh sajak ku
Tempat aku mudik dengan segala perbekalan cinta.
Karya : Rizky Sselalu Ssettia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar