Daftar Blog Saya

Kamis, 23 Desember 2010

Pendar Purnama Cinta Pada Setetes Madu Rindu Yang Lumuri Kalbu Nan Pilu

Purnama Muharram 1432 H tampak merekah sempurna
Beroleskan pijar-pijar gemintang
Nan serentak berjajar
Tiada setitik awan hitam
Nodai paras rupawan sang bulan
Elok nian rekah senyummu di tepi malam,
Duhai engkau sang pemilik cahaya cinta
Yang demikian cerah menawan

Duhai purnama cinta,
Betapa pesona ronamu,
Tak mampu kulukiskan dengan untai kata
Apalagi dengan bait puisi
Entah kau sadari atau tidak
Kau telah mengubah sayu di mataku menjadi binar
Dan bahkan, mungkin kau pun tak merasa bahwa,
Dengan pancaran aura memikatmu,
Kau jadikan malam muramku cantik berseri
Kau cipta pekat di langit hatiku jauh berlari
Kau semaikan kilau-kilau bahagia di bumi sanubari
Kau tumbuhkan benih-benih kemenangan di ladang hati
Kau taburkan pupuk kasih-sayang saban hari
Suburkan jiwaku yang gersang di musim semi

Duhai purnama cinta,
Sejatinya engkau adalah pelita sukma
Penyirna gulita, pembawa gempita
Sejatinya engkau adalah sinar jiwa
Pelepas gelap rasa, penggenggam kerlip asa
Yang gemerlapnya berpendar indah
Pada setetes madu rindu
Yang lumuri kalbu nan dahaga tercekik pilu


Karawang, 21 Desember 2010 (02.37 WIB)
Created By: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar