Daftar Blog Saya

Sabtu, 05 Februari 2011

Mutiara Cinta II

Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.
Yang buta adalah bila cinta itu menguasai
dirimu tanpa suatu pertimbangan.

Bukan laut namanya jika airnya tidak
berombak, bukan cinta namanya jika
perasaan tidak pernah terluka,
bukan kekasih namanya jika hatinya tidak
pernah merasa rindu dan cemburu.

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari
segumpal keinginan diberi pada hati yang
memerlukan.
Tangisan juga bukanlah pengobat cinta
karena ia tidak mengerti perjalanan hati
nurani.

Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila
tercapainya cita-cita maka dengan
sendirinya cinta itu akan hadir.
Cinta seringkali akan lari bila kita mencari,
tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi
bila ia menghampiri.

Cinta pertama adalah kenangan, Cinta
kedua adalah pelajaran, dan cinta yang
seterusnya adalah satu keperluan
karena hidup tanpa cinta bagaikan
masakan tanpa garam. Karena itu jagalah
cinta yang dianugerahkan itu
sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan
wangi sepanjang musim.

Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah
berakhir. Masa depan yang cerah
berdasarkan pada masa lalu
yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat
melangkah dengan baik dalam kehidupan
kamu
sampai kamu melupakan kegagalan kamu
dan rasa kekecewaan itu.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk
menafsir seseorang, sejam untuk menyukai
seseorang dan
sehari untuk mencintai seseorang, tetapi
diperlukan waktu seumur hidup untuk
melupakan seseorang.

Hidup tanpa cinta sepeeti makanan tanpa
garam. Oleh karena itu, kejarlah cinta
seperti kau mengejar waktu dan apabila
kau sudah mendapat cinta itu, jagalah ia
seperti kau menjaga dirimu.

Sesungguhnya
itu karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Cintaiah orang yang engkau kasihi itu
sekedarnya, mungkin saja dia akan menjadi
orang
kau benci pada suatu hari kelak. Juga
bencilah terhadap orang yang kamu benci
itu sekedarnya,

barangkali dia akan menjadi orang yang
engkau kasihi pada suatu hari nanti.
Janganlah kau tangisi perpisahan dan
kegagalan bercinta, karena pada
hakikatnya jodoh itu bukan ditangan
manusia.

Atas kasih sayang Tuhan kau dan dia
bertemu, dan atas limpahan kasihNya jua
kau dan dia dipisahkan
bersama hikmah yang tersembunyi.

Pernahkan kau berfikir kebesaranNya itu ?
Cinta itu tidak menjanjikan sebuah rumah
tangga aman damai, tetapi penerimaan
dan tanggung jawab
adalah asas utama kebahagiaan rumah
tangga. Cinta hanya sebuah keindahan
perasaan,
cinta akan bertukar menjadi tanggung
jawab apabila terbinanya sebuah rumah
tangga.

Memberikan seluruh cintamu kepada
seseorang bukanlah jaminan dia akan
membalas cintamu, jangan mengharapkan
balasan cinta, tunggulah sampai cinta
berkembang dihatinya, tetapi jika tidak,
berbahagialah karena cinta tumbuh
dihatimu.

Cinta bukanlah dari kata-kata, tetapi dari
segumpal keinginan diberi pada hati yang
memerlukan.

Cinta lebih mudah mekar dihati yang
sedang dilanda kecewa, cinta seperti ini
adalah cinta yang mengharapkan belas
kasihan,
olehkarena itu, bila sepi telah punah maka
biasanya cinta juga akan turut terbang.

Cinta yang dikaitkan dengan kepentingan
pribadi akan berubah menjadi putus asa.
Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu
sesali perpisahan tetapi sesalilah
pertemuan.

Karena tanpa pertemua tidak akan ada
perpisahan. Menikahlah dengan orang yang
lebih mencintai diri kita
daripada kita mencintai diri orang itu. Itu
lebih baik daripada menikahi orang yang
kita cintai tetapi tidak menyintai
diri kita karena adalah lebih mudah
mengubah pendirian diri sendiri daripada
mengubah pendirian orang lain.

Cinta yang suci dapat dilihat dari
pengorbanan seseorang, bukanlah dari
pemberian semata.

Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama
hilangnya cincin permata di lautan luas
yang tiada bertepi dan harus dilupakan.

Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi
jodoh selalu bersama cinta.

Kata pujangga ; Cinta letaknya di hati,
meskipun tersembunyi, namun getarannya
jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi
fikiran sekaligus mengendalikan tindakan
kita sehingga kadangkala kita melakukan
hal terbodoh tanpa kita sadari.

Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh
dengan dekapan dan seringkali berakhir
dengan air mata.

oleh Khairina Utsman pada 06 Februari 2011


Tidak ada komentar:

Posting Komentar