pada jernihnya air wudhu
kulihat bayang wajahmu
murka seperti api membara
ingin membakar semua
pada lembutnya sajadah beludru
kurasakan getar birahi mu
bergelora mengumbar kuasa
ingin di atas segala
pada rangkaian doa mu
ku temukan angkuhnya nafsu
tentang sebuah keyakinan
ingin tiada siapa boleh beda
pada hening tidurmu
ku mendengar tangisan hati
terbelenggu oleh keakuan
terpenjara dalam kesombongan
pada penghujung senja
kutemukan guratan tangan
di atas batu pengingat zaman
tentangmu yang melupa dilupa
Jakarta, 20-01-2011
Bem Simpaka



Tidak ada komentar:
Posting Komentar