Namun saat itu kau hanya membisu bahkan terkesan angkuh.
Ketika itu aku memaklumi semua itu
Karena jujur kau terlalu sempurna buatku.

Mungkin bagimu mungkin aku adalah seonggok sampah yang tak harus kau pandang.
Namun sungguh aku tak pernah kecil hati bahkan membencimu
Sebab aku hanya ingin jujur pada perasaan dan lentera kecil dalam hatiku.
Seiring berjalannya waktu……
Setelah banyak cerita mewarnai hudupmu dan hidupku.
Aku masih tak bisa melupakanmu.
Namamu sungguh telah menjadi desah dalam nafas keseharianku.

Saat mentari mengintip dari jendela kamarku
Ketika ku terbangun dari tidurku
Hingga saat ku akan terlelap dalam tidurku pun hatiku selalu menyebut namamu.
Bahkan saat ku terjaga saat malampun, bibir ini tanpa sadar menyebut namamu….
Meskipun disekelilingku banyak yang meminta agar ku mau memetik kuntumnya
Namun keputusanku dan rasa sayangku tetap padamu
Aku tak pernah mengerti mengapa perasaan ini masih tidak tahu malu.
Terkadang aku masih tak rela dan mampu untuk menepiskan bayangan dirimu.

Hingga saat ini...
Aku masih saja mencoba mengais-ngais ingatanku tentang kamu.
Duhai Bidadari hatiku…apakah namaku hingga kini masih terpatri dalam lubuk hatimu ?
Apakah aku masih sering hadir dalam mimpimu ?
Dan apakah diriku masih ada dalam benakmu?
Ilham Pujangga Kisaran - Asahan - Sumatera Utara
08012011...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar