Tiap pagi terdengar namamu
Dalam hembusan angin di jendela kamarku
Wahai Dinda....
Ku lihat wajahmu tergantung rapi di lemari pakaianku
Ku dengar langkahmu berirama di teras depan rumahku
Kurasa kehangatanmu yang selalu berada di sisiku

Duhai Dindaku...
bibirku selalu menyanyikan namamu
Hidungku selalu mengendus aroma tubuhmu
Telingaku selalu terbuka untuk suara merdumu
Tanganku selalu hangat untuk genggamanmu
Wahai Dindaku
tak pernah ku berhenti tersenyum melihatmu
Tak pernah ku berhenti bercerita tentang kekagumanku pada dirimu
Tak pernah langkahku terhenti untuk berjalan di sisimu
Tak pernah pikirku tuk lupakanmu

Duhai Dindaku
Ku sayang dirimu seperti sang surya menyinari bumi
Cintaku abadi seperti abadinya cinta ibu kepada anaknya
Ku beri kau hatiku agar dapat terbang bersamamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar