Daftar Blog Saya

Selasa, 21 Desember 2010

Seikat Pelangi Seribu puisi

Lihatlah gerimis berbaris di tipis senjadi taman itu,
Pendar-pendar mentari menari di atas daun-daun basah
Aku hanyut pada parasmu yang basah.

Tiada yang lebih indah dari pemandangan cinta
Ketika bening tetes hujan menggenang di sudut merah bibirmu
Senyum terkulum, bagai mata air dengan sekuntum
Padma mengalir hening ke relung sukma.
Ada seikat pelangi di balik airmatamu
Cahayanya terurai menjadi seribu puisi yang bercucuran di sudut matamu
Melukiskan berjuta pixel warna cinta

Rizky Sselalu Ssettia (Sampai Mati)  

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar