Saat melihat Rupiah terpampang di depanmu
Hingga akal sehat dan nalurimu luntur
Dengan gumpalan Rupiah didepan mata

Masih terngiang di telingaku
Saat dengan lantang suaramu berkata
Basmi korupsi….adili koruptor
Namun mengapa saat Rupiah didepanmu kau bungkam

Saat itu kau bagaikan pahlawan bangsa
Seakan kau peduli dengan nasib bangsa ini
Dan seakan dirimu tak ingin bangsa ini
Digerogoti oleh tikus-tikus lapar bersafari
Namun……
Mengapa kini kau diam seribu bahasa
Dimana suara lantangmu ?
Dimana tonggak keimananmu?
Dengan topeng dewamu
Kau hancurkan negeri ini
Dengan kelicikanmu
Kau rampas hak-hak rakyat
Dengan tangan-tangan mu
Kau tabur bibit penderitaan
Tanpa rasa malu dan bersalah
Kau berlenggang diatas penderitaan rakyat
Dimanakah letak hati nuranimu
Apakah hatimu sudah mati
Saat harta dan kekuasaan menghampirimu
Kau buta dan tuli
Hingga kau tak peduli dengan derita rakyat
Sadarlah wahai saudara
Jangan kau bersembunyi di balik topengmu
Ingatlah saudara
Azal kan menghampirimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar