Bersama kicauan burung yang bernyanyi
Bersama nyanyain dedaunan tertiup angin
Ku melangkah mengitari bukit-bukit terjal berliku

Tak jarang ku temui jalan berlubang
Tak jarang ku temui jalan yang licin
Tak jarang juga ku tergilincir
Hingga tubuhku terbentur di tanah berlumpur

Sekujur tubuhku telah luka dan berdarah
Sekujur tubuhku telah kotor dan berlumpur
Kaki ku pun seakan tak mampu lagi tu menopang tubuhku
Jangankan tuk melangkah, berdiri saja ku tak bisa
Dengan sisa-sisa tenaga yang masih tersisa
Ku coba berdiri dan melangkahkan kakiku
Tubuhku bergetar, menahankan perih dari luka yang ada
Tuk meraih Asa yang tersimpan
Walau dengan jemari yang bergetar
Walau dengan langkah yang sempoyongan
Ku coba meraih batang-batang pohon
Tuk menopang tubuhku yang sudah lunglai
Setapak demi setapak jalan telah berhasil kulalui
Jalan terjal dan berliku perlahan telah berhasil ku lalui
Kepenatan diriku perlahan terobati
Saat tubuhku telah mulai meraih tebing itu
Dengan jemari ku yang masih gemetaran
Dengan darah yang masih mengucur deras
Ku cengkram terjalnya dinding itu
Demi Meniti Puncak dan Meraih Asa/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar