Malam ini untuk kesekian kali aku kehilangan kata
Ketika sayup terdengar burung malam bernyanyi
Dia menyanyikan suatu syair yang sangat bahagia
Walaupun burung sudah bernyanyi dengan indah
Namun mengapa aku tetap sepeti yang dulu
Terpuruk, terdampar dalam kesunyian
Andai saja lagu itu bukan untukku
Lalu untuk siapa?
Adakah yang lebih merana dari sayunya bunga kehidupan?
Adakah yang lebih sengsara dari kehilangan pohon pengharapan?
Aku tak ingin jadi munafik
Menebarkan tawa meski hati penuh luka
Menyampaikan bahagia meski jiwa penuh kehampaan
Tapi hanya ini yang bisa kulakukan
Hanya untuk bisa menyambung kehidupan
Setidaknya aku bukan orang berani mati tapi tak berani hidup
Meski berat dan penuh duri
Hidup ini harus tetap berjalan, juga hidup mereka
Salahkah? Jika aku belum bisa merubahnya?
Salahkah? Jika aku masih memendam duka itu?
Bukan untukmu tapi untukku
Bukan untuk mereka
Cukuplah hanya untukku
Ketika sayup terdengar burung malam bernyanyi
Dia menyanyikan suatu syair yang sangat bahagia
Walaupun burung sudah bernyanyi dengan indah
Namun mengapa aku tetap sepeti yang dulu
Terpuruk, terdampar dalam kesunyian
Andai saja lagu itu bukan untukku
Lalu untuk siapa?
Adakah yang lebih merana dari sayunya bunga kehidupan?
Adakah yang lebih sengsara dari kehilangan pohon pengharapan?
Aku tak ingin jadi munafik
Menebarkan tawa meski hati penuh luka
Menyampaikan bahagia meski jiwa penuh kehampaan
Tapi hanya ini yang bisa kulakukan
Hanya untuk bisa menyambung kehidupan
Setidaknya aku bukan orang berani mati tapi tak berani hidup
Meski berat dan penuh duri
Hidup ini harus tetap berjalan, juga hidup mereka
Salahkah? Jika aku belum bisa merubahnya?
Salahkah? Jika aku masih memendam duka itu?
Bukan untukmu tapi untukku
Bukan untuk mereka
Cukuplah hanya untukku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar