Walau bibir ini diam tak mampu berbicara
Namun debaran-debaran itu telah ungkapkan
Satu demi satu untaian getar kasih yang kian mendayu

Untuk dapat beranikan diri menyatakan kasih
Hingga saat kata-kata terlontar tak terduga
Ketika makna tuk miliki sang bidadari
Dalam hunian sang pencuri hati

Hati memang akan selalu jujur
Akal sang pecinta memang berpikir untuk lari
Sang pecinta terlalu lugu dalam hati
Pinta tuk selalu menjadi karib
Tanpa merasa malu menjadi bayang dalam cinta

Hati memang tak bisa dipaksakan
Selalu inginkan bidadari yang telah dijanjikan
Namun mungkin sang bidadari kini yang tak lagi sendiri
Dengan tegar sang pecinta tetap menunggu dalam penantian
Hati akan selalu berbisik
Miliki dia atau, cintai dia
Namun pujangga yang jatuh cinta berkata
Hati tak pernah bisa ungkapkan rasa sendiri . . .
Hati tak bisa bicara sendiri . . .
Dan hati juga tak bisa berjalan tuk ungkapkan rasa . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar