Langit hitam seakan tak membiarkan sinar rembulan tuk memberikan cahayanya kepada bumi
Kemerlip ribuan bintang seakang sayu tak sebenderang biasanya
Hembusan anginpun seakan enggan bersahabat kepada alam
Malam semakin hening, sunyi tanpa nyanyian binatang-binatang malam
Hanya hembusan angin yang sesekali menyapa kulit wajahku
Dan masuk kedalam rongga sukma ku
Yang membuatku menggigil dalam kebisuan
Dedauanan yang menari-nari akibat hembusan angin
Bagaikan tarian jiwa dilanda kegalauan
Sejenak aku bertanya pada hembusan angin
Mengapa sinar rembulan seakan terhalang
Dan mengapa bintang malu-malu berkedip
Namun angin diam tak menjawab

Dalam tanya itu ku pandangi sekelilingku
Aku terperanjat saat mataku tertuju pada satu titik
Ternyata Rembulan bersembuyi
Dibalik rimbunan Ranting Cemara
Namun ku masih terus bertanya
Ada apa dengan Rembulanku
Mengapa dia tak menghampiri diriku
Dan malah bersembunyi di balik ranting cemara.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar