Ketika langkah mulai ragu pada persimpangan
Tak satu pun petunjuk itu mampu ku baca
Yang kulihat hanya rembulan yang sembunyi di sudut senyummu

Tapi....
itu pun masih kuragukan
Benarkah itu rembulan kemarin
Atau hanya bayang fatamorgana kisah silam
Semakin kutunggu, rasa sakit ini semakin menjadi
Luka yang sengaja itu kutoreh sendiri
Dan ketika kucoba menempatkan rembulan padamu
Aku hanya menemukan sebuah kepahitan yang indah
Dan mungkin kau tak tahu apa yang terjadi padaku
Hingga ku tak menemukan bias rembulan di seyumanmu itu
Aku tak yakin sekuat apa ku mampu bertahan
Meski ribuan puisi kucoba bangun bentengi langkah-langkah ku
Aku berharap kau tak pernah membacanya
Sebab aku tak ingin kau ikut merasa sakit
Biarkan...
Biarkan saja bayang rembulan itu tetap di sana
Tetap terpatri di sudut senyummu
Dan aku cukup melukiskan saja dalam mimpi
Meski kadang ku harus kembali kehilangan jiwaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar